Posts filed under: ‘Cerita pendek‘




kecerdasan Alice

Aku bernama Alice Lizzyana. aku tinggal bersama seorang nenek sihir. dari umur  9 tahun aku diculiknya, sungguh malang nasibku. tapi, aku tak akan putus asa. kadang-kadang, ada seseorang yang ingin memberiku sebuah buku cerita, dari buku cerita itulah aku mendapat banyak Ide. kali ini aku akan mencoba memakai cara baruku.

Saat aku disuruh untuk mencari makanan, biasanya aku diikat oleh seuntal tali yang sangat panjang dan kalau terlepas akan kesetrum. kali ini, aku tidak mengumpulkan makanan. melainkan batu-batu yang berat. ada 2 karung yang sudah kusiapkan. dua orang juga bersedia membantuku. tugas orang-orang itu hanyalah  membawa 2 karung batu yang berat.

setelah selesai, aku kembali ke rumah nenek sihir. nenek sihir itu langsung berkata “Bagaimana hasilmu? dapatkah?” tanyanya tak sabar, “Sebentar Alice akan memberikannya padamu” kataku menjawab. bruuuk! suara batu terlempar. nenek sihir pingsan, kemudian  seorang yang mebantuku, juga mengikat tali itu pada nenek sihir. aku melepasnya. aku sangat berterima kasih kepada orang yang telah membantuku. aku juga mengerjainya lho! karena aku tau kelemahan nenek sihir.

setengah jam berlalu, barulah nenek sihir bangun. “Alice ! kau harus dihukum! beraninya kau mengikatku dengan tali ! juga melemparku dengan batu! akan ku jadikan sop kau kali ini”  ucapnya garang. dia terburu-buru melepas tali yang diikatkan padanya, langsung dia berdiri ! dan rencanaku berhasil dia tersetrum dan tergebyur air yang banyak. sekarang dia tidak  punya kekuatan, dia sekarang hanyalah seorang nenek renta. aku kembali pada orang tuaku aku senaaaang sekali.

Add a comment April 15, 2012

‘Friends But EneMy’

Pagi yang cerah dan istimewa. Karena kata Miss Stevie, hari ini ada anak baru. Pagi itu, Elfa, Stevany, Erika, dan Kinny, sibuk membicarakannya. “Kira-kira, anak barunya seperti apa yaaa? ” tanya Stevan penasaran kepada teman-temanya. Kinny mengangkat bahunya tertanda tidak tahu. “Semoga saja anak baru itu baik” kata Erika berharap.Tiba-tiba, ‘ting,ting,ting’ itulah tanda bel masuk. Miss Stevie memasuki kelas bersama murid baru, “Good morning Students, kita kedatangan murid baru sekarang. Ayo perkennalkan dirimu” kata Miss seraya mempersilahkannya. “Hallo teman teman” kata Anak baru itu. “Hey aku bukan temanmu, kenal saja tidak !” Tiba-tiba Elfa menyela. “Diam Elf ” Omel Miss Stevie.

“Lanjutkan,” kata Miss kembali mempersilahkan. “Namaku, Annita Elka Pratiwie, Aku pindahan dari sekolah High School 2 tangerang, panggil saja Tiwi” kata Anak baru itu memperkenalkan dirinya.”She is a looser” ucap Elf kasar. “Yes of course”  lagi-lagi kinny membenarkannya. Ya, sekoahnya adalah  Best high School 1 yang sudah didukung pendidikan Oxford. Lalu Kinny berbisik pada Elf, “Elf, kita menyesal ya.., mempunyai teman baru sepertinya” “Benar,” jawab Elf sambil kembali berbisik. Hanya Erika lah yang mau menemani Tiwi semua anak sebal dengannya. Akhirnya, Tiwi duduk di samping Erika.

“Students, today’s time of daily tests” Miss memberitahukan. “What? a pop Test? No, this is not fair” kata Elf . “Diam, itu salahmu!! this fault !!” kata Miss Stevie yang mulai sebal. “Ulangan IPA ya?” tanya Tiwi pada Erika. “Ya” jawab Erika singkat. “Wah, Alhamdulillah. aku sangat menyukainya” Tiwi berucap syukur. Diam-diam Kinny menguping. ia memberitahukannya kepada Elf. “Wah, bagus !! bagaimana jika nanti kita mencontek saja!!” Ide Elf.  “hmmm.. bagus” Kinny membenarkan.

“Students what you guys are ready?” tanya Miss. ” Ready” kata anak-anak serempak. Miss membagikan kertas ulangan. Saat tengah ulangan. “Kin, kamu tau tidak nomor 6 sepertinya sulit, contek sana ke Tiwi ” tanya Elf. “Iya, iya, ohh jawabannya yang B” jawab Kinny. “Thankyou, anak bodoh, hihiihhi” kata Elf mengejek tanpa sepengetahuan Tiwi. “Hei kalian mencontek ya?” tanya Miss Stevie penuh kecurigaan. Mereka saling berpandangan dan  menjawab serempak “ehhmmmmm, tidak !” . “Pintar sekalii kamu ya… kecil kecil sudah belajar berbohong”tanya Miss Stevie seraya menarik telinga Elf dan Kinny.  dia berdua di hukum, berdiri di lapangan mengangkat satu kaki dan dua tangan memegang telinga.

tak lama kemudian, Kinny jatuh. dan Elf pun ikut terjatuh.Tiwi berniat menolong Kinny dan Elf, tetapi, “Dont touch me” kata Elf. “Ya, kami bisa bangun  sendiri kok” kata Kinny sambil membantu Elf bangun. kemudian Kinny dan Elf berkomplot dibelakang sekolah. “Kin, kita permaluin Tiwi yuk !” ajak Elf. “Ayo aja, gimana kalau kita basahin dia terus kita minta bantuan teman teman sekelas kita!” ide Kinny. lalu Elf mengajaknya kekelas. tiwi ditariknya tiwi diikatkan di kursi lalu. “Friends!!” panggil Elf. teman temannya segera merubunginya. “Kamu lemparin dia pakai kertas ya..?” tanya Elf kepada temannya. “ya..”  kata temannya. tiba tiba miss datang memberitahukan nilai murid murid. “Tiwi 100, kinny 88, Elf 89, Erika 95, Stevanny 98″ kata miss mengucapkan. Setelah itu, hati  Elf dan Kinny luluh. lalu mereka meminta maaf kepada temannya, terutama pada Tiwi

tamat

Add a comment Oktober 29, 2011

Rina yang sabar

Suatu hari. Rina biasa, masuk kelasnya ia selalu diejek teman temannya. Karena dirinya termasuk orang yang tidak berkecukupan, semenjak ayahnya meninggal dalam kecelakaan. Tapi dirinya tetap sabar. Teman temannya heran, kenapa Rina tetap sabar? ia hanya menjawab tenang. “Aku tidak mau mengecewakan ayahku dialam lain sana “. pada suatu hari, ada anak baru dikelasnya. Ia berbeda dengan Rina, dia termasuk orang yang sangat berkecukupan.Tetapi, ia  baik. Namanya Shinta.

Ia sahabat baiknya Rina. Rina senang sekali dengan adanya Shinta dikelasnya. Sekarang, ia tampak bahagia. Rina pernah diajak ke rumah Shinta. Rumahnya besar sekali. Ayah dan ibu Shinta juga baik. Dikeluarganya, Shinta anak tunggal. Ia mempunya 2 pembantu yang setia menemaninya. Ayah dan ibunya sangat sayang kepada Shinta. Tapi Shinta mengeluh, katanya ‘ enakan jadi orang miskin tapi cukup kasih sayangnya, dari pada jadi orang kaya tapi kurang kasih sayang’.

“Rina kamu yang sabar ya, sebentar lagi ibumu juga pulang” hibur Shinta suatu hari.. “Terima kasih sudah menghiburku Shinta” kata Rina sambil menekuk muka biasanya jam 2 siang ibunya sudah pulang. Tapi, kali ini sampai jam 4 sore ibunya belum juga pulang. Tiba tiba pak RT berlari menuju rumah Rina, dengan terengah engah dan buru buru. “Ada apa pak rt sepertinya heboh banget?”tanya Rina. Kata Rina sambil dadanya yang berdegup kencang dagh digh dugh

“Anuuu.. anu.. Rin, ibumu tertabrak mobil tadi jam setengah dua siang.”belum selesai pak rt menjawab tetapi Rina sudah ber teriak “apa  !” jawabnya histeris. “dan kakak mu Almarhumah”. mendengar ucapan pak rt, Rina pingsan.  Pak rt buru buru memasukkan Rina kekamar. 15 menit kemudian ia siuman. Tiba-tiba dirumah sakit sudah ada ambulance yang siap mengantar 2 jenazah kerumah Rina. Rina tambah menjadi histeris.

Sejak itu ia mau dimasukkan ke panti asuhan. tetapi, ayah dan ibu Shinta mengangkat Rina menjadi anak angkatanya. sekarang namanya berubah menjadi ‘ Shanti Randiana’. mereka sudah dianggap kembar. sekarang, Rina sudah merasakan ke kayaannya yang telah  lama hilang.Dan keluarganya pun  menjadi tenteram dan bahagia sampai akhir khayatnya.

Add a comment Oktober 27, 2011

Nenekku

Pulang sekolah, aku dipanggil mama. “Ra, kamu siapkan baju. Sore ini kita akan berangkat ke rumah nenek”. Tentu saja aku bingung.“memang nenek kenapa ma ?” tanyaku. “Tadi siang saat kamu sekolah, Bibi Shanti menelepon mama. Katanya, kita harus cepat kebandung, kalau bisa sore ini juga” jawab mama.

“nenek sakit apa?” tanyaku lagi. “Bibi Shanti, tidak memberi tahu mama. Sudahlah, cepat siapkan baju. Kita akan menginap disana kira kira satu minggu” jawab mama sambil memasukkan baju untuk ke rumah nenek. “baiklah ma ..”jawabku lagi. Aku segera kekamar merapikan baju.

Setelah selesai merapikan bajuku, aku merapikan alat mandiku. Semua telah selesai, aku segera mandi. Sore telah tiba. Aku memasukkan semua yang telah aku siapkan ke dalam bagasi mobil. “Ra, tolong masukkan tas kakak yang hitam” kata kak Auryn kakakku. “ya kak” jawabku.

Perjalanan sangatlah jauh.Setelah beberapa jam kemudian, sampai di rumah nenek. Lama sekali aku tak bertemu nenek aku dan kakak berteriak teriak “nenek.. neneeekk. Ini Ra dan Ryn nek” tak ada suara nenek. Bibi Shanti terlihat sedih. “Bi, Bibi kenapa?” tanyaku. Bibi terdiam.

“Nenek sakit stroke Ra” jawab bibi pelan.”Apa” aku kaget. Karena mama tak memberitahuku,aku mengunci diri di kamar. Mama merayuku untuk keluar. ”mama jahat! tak memberitahu Rara, kalau nenek sakit stroke” jawabku. “mama benar tak tahu kalau Nenek sakit Ra, ingat mama sayang kamu.” Kata mama sambil menangis.

Akhirnya aku keluar, karena mama juga tak tau kalau nenek sakit. Aku lihat mama sedang terbaring di kasur, kata kakak mama shock dan pingsan setelah mendengar aku berbicara bahwa nenek sakit. “maafkan aku ya ma…” kataku. “iya sayang, tidak apa apa” jawab mama sambil mengusap kepalaku.

Akhirnya aku bertemu keluarga besar. Ada Ryzna yang suka bermain denganku. Ada juga kak fanny, yang suka bermain dengan kak Ryn. Akhirnya aku minta ayah untuk mengantarkan aku, kak Ryn, Ryzna, Ryzky, dan juga Kak Fanny ke rumah sakit menjenguk nenek.

“Papa, antarkan Rara donk, kerumah sakit.” Kataku. “iya Ra, sabar. Papa sedang repot nih” kata papa. Tak lama kemudian aku diantarkan kerumah sakit menjenguk nenek. Mama juga sedang repot jadi aku dan beberapa kakak dan adik sepupuku saja. Aku bersama saudara perempuan/ laki-lakiku mutar mutar tapi tidak ketemu.

Akhirnya aku menanyakan kepada suster. “maaf, sus selamat pagi. Apakah suster bisa tunjukkan di mana ruang inap ibu Syarifa Rahma. Yang mengalami penyakit stroke.”. “oh, bisa adik” jawab suster. Lalu aku dan semua saudaraku diantarkan ke kamar nenek. Jalanya agak berbelit-belit. ”disini dik” kata suster.

“terima kasih,” kataku. Aku segera masuk dan menemui nenek. “nek ini Ryn, nenek kenapa kok bisa sakit” kata kak Ryn. “ Tidak tahu, ya, memang nenek sudah tua! mau diapakan lagi? Cu kamu kerumah sakit sama siapa?” Tanya nenek.” Tadi diantarkan ayah. tapi, ayah repot jadi kita kekamar nenek, diantarkan suster” jawabku.

Tak lama kemudian, Ryzna dan Rizky dijemput ayahnya, katanya mereka disuruh pulang. Setelah setengah jam kemudian, Farin adik kak Fanny datang. Katanya, ayah dan ibu kak Fanny ada di rumah nenek.

Aku menemani nenek sampai malam. Aku pun telah menelepon mama dan aku sudah dapat izin. aku menginap di rumah sakit. Aku bertekad sebelum nenek tidur, Aku takkan tidur.aku banyak berbicara bersama nenek hingga aku tak ingat waktu malam telah tiba.

Saat tengah enak berbicara dengan nenek. Tiba-tiba ayah datang.ayah membawakan ku kasur lipat. “Ra, kok belum tidur”ujar ayah. “iya, belum ngantuk.” Kataku. “cepatlah tidur, Ryn dan Fanny jaga adikmu dan juga jaga nenek ya!”kata ayah. “Insyaallah ayah, Ryn dan Fanny akan menuruti nasihat ayah.”

Aku melanjutkan bicara kepada nenek. “Rania, Auryn, Fanny, Farin, Ryzna, Ryzky. jadilah anak yang baik. Jika nanti nenek  pergi meninggalkan kalian semua selama-lamanya. Doakan nenek supaya tetap disisi Allah ya. supaya diatas sana kita bisa bertemu lagi” kata nenek “uuussstt.. nenek tidak boleh berkata begitu” kataku. “ya nanti kalau ajal sudah mendatangi nenek?” kata nenek.

“Nenek gak boleh tinggalin Ra nek.” Kataku. “semua akan berbalik kepada yang menciptakan” kata nenek. “berarti nanti Rania juga akan meninggal ya nek” tanyaku. “iya, sayang..” jawab nenek. Lalu aku dan nenek segera tidur.  Aku senang sekali hari ini.

pagi-pagi sekali. Aku dibangunkan kak Fanny. “Rania, Auryn bangun! ” kata kak Fanny. “huuu… ini masih pagi kali Fan!” jawab kakakku. “yaa, bangun pagi setidaknya dirumah sakit ini kita harus lebih disiplin. Nanti kalau nenek bangun atau minta diambilkan apa bagaimana?” jawab kak Fanny lagi. “iya” kata kakak. aku pun bangun. pagi ini kami memasak sendiri.

“duuhh.., Farin ngompol nih untung aja pake popok.” kata Kak Ryn. hari itu hari yang tak terlupakan. Setelah peristiwa itu aku dan kakakku juga lebih disiplin. Malam ini aku menginap dirumah nenek kata nenek, nenek tak apa di ruang inap sendiri.

malam ini aku susah tidur karna aku terus memikirkan nenek. Kata mama, cepatlah tidur. besok pagi jika kamu rajin akan langsung ke rumah sakit setelah mandi dan makan. Aku bangun, ada telepon berdering. aku segera mengangkat. ternyata dari rumah sakit. akatanya nenek sudah almarhumah. aku menjadi histeris.” neneeeeeeeeeeeeeekk. nenek kenapa tinggalin Rania”. mama menjadi kaget dan segera menyampiri aku.

bahkan mama sampai pingsan. Siang itu juga nenek dikubur. Aku menangis saat nenek dikubur. ternyata, aku jadi tau bahwa semua orang akan menemui ajal. ajalnya pun tak ada yang tau. hanya allahlah yang tauislam yang cantik

ʂƐƪƏʂÄÏ

2 komentar Oktober 9, 2011

SULAP

Di sekolah Chintia bercerita pada teman-temanya tentang ayahnya yang pandai menyulap. Saking pintarnya menyusun cerita, teman sekolahnya sampai mengangumi ayah Chintia. Mereka ingin memiliki ayah yang pandai menyulap apapun yang diinginkan anaknya.

 

“Nih, coklat dari ayah Chintia. Disulapin nih,” ujar Chintia pada Gandes, teman sekelasnya. “Makanya, punya ayah seperti aku dong,” lanjut Chintia bangga. Gandes, yang kebetulan diantar ke sekolah oleh mamanya, langsung merengek untuk disulapkan coklat dan es krim.

 

“Ma, sulapin es krim dan coklat dong,” kata Gandes.

 

“Mama enggak bisa sayang. Nanti pulang sekolah mama beliin di toko dekat rumah,” kata sang ibu.

 

“Nggak mau. Gandes maunya disulapin kayak Chintia.” Sambil berkata demikian, meledaklah tangis Gandes.

 

Bukan hanya Gandes yang mengharapkan memiliki ayah atau ibu yang pandai menyulap. Rama, Tabitha, Riko, Lia, Anisa dan teman-teman yang lain juga punya harapan yang sama. Siapa yang enggak senang punya ayah yang bisa memberikan apa yang menjadi keingchintian kita?

 

Tiap hari Chintia terus membanggakan kepandaian ayahnya menyulap. Cerita Chintia kadang membuat teman-temannya jengkel dan iri. Namun mereka tidak bisa bebuat apa-apa. Mereka hanya menjadi pendengar, yang ujung-ujungnya menambah decak kagum mereka pada ayah Chintia.

 

Musim libur tiba. Semua siswa mempunyai acara liburan sendiri-sendiri. “Aku mau pulang kampng sama ayah,” kata Chintia pada Tabitha. “Kalau aku sih hanya ke Ancol. Habisnya aku enggak punya kampung,” ujar Tabitha dengan nada kecewa.

 

Malam hari menjelang keberangkatan ke Solo, Chintia tidak bisa tidur. Ia sudah menyusun daftar makanan yang akan dia minta pada ayah. Ada wafer, coklat, susu, dan bermacam-macam roti. “Nanti biar disulapin ayah,” ujarnya dalam hati.

 

Chintia girang ketika tiba-tiba ibu membangunkan tidurnya, lalu menyuruhnya untuk mandi. Mereka akan berangkat ke Solo. Chintia duduk di bangku belakang, bareng dengan ibu dan Dirga, kakaknya. “Cepet dong nyetirnya biar cepet sampai eyang,” kata Chintia pada Pak Maman, sopirnya.

 

Baru dua jam perjalanan, Chintia sudah tak betah duduk di mobil. Dia mulai mencari tas kesayangannya. Mengambil susu dan meminumnya hingga habis. “Wah makan coklat enak nih,” katanya sambil membuka tas lagi.

 

Namun wajah Chintia murung. Dia tak menemukan coklat kegemarannya. Yang ada di dalam tas hanya donat, wafer dan permen. “Ibu lupa membawanya, sayang,” ujar ibu. “Makan yang lain aja. Ada permen tuh,” sela Dirga. Chintia bergeming. Wajahnya tetap muram. Yang diinginkan hanya coklat.

 

“Aku punya ide,” teriak Chintia. Wajahnya ceria. Senyumnya meledak. “Bagaimana kalau ayah saja yang menyulap coklat,” katanya mantap. Chintia yakin ayah bisa memenuhui permintaan itu karena di rumah ayah bisa menyulap permen, wafer dan coklat.

 

Ibu dan Dirga saling berpandangan, lalu ibu tersenyum getir. “Nanti saja sayang makan coklatnya. Nanti ibu beliin,” bujuk ibu. Ibu tahu ayah tidak bisa memberikan coklat yang diinginkan Chintia karena mereka tidak memiliki colkat sebagai bahan untuk menyulap.

 

“Enggak mau. Ayah sulapin coklat sekarang!” Chintia terus merengek dan memegangi lengan ayahnya yang duduk di samping sopir. “Sayang, di jalan enggak boleh menyulap. Berbahaya,” kata ayah. “Kan yang nyetir Pak Maman,’ sergah Chintia.

 

Ayah mulai kebingungan. Alasan yang tidak masuk akan pasti akan ditolak oleh Chintia karena gadis kecil itu cerdas. Ibu pun kesulitan menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan pada Chintia bahwa sulap yang dipraktekkan ayah di rumah hanyalah permachintian kecepatan saja. Semua makanan yang akan disulap dan diberikan kepada Chintia sudah tersedia. Tinggal bagaimana ayah mengambil coklat dari kantong baju dan menyulapnya.

 

Di tengah keheningan, Dirga berkata, “Ayah tuh kalau menyulap bohongan. Coklatnya sudah dipegang di tangan, terus dikasih ke kamu. Sekarang enggak punya coklat. Jadi enggak bisa nyulap.”

 

Chintia terdiam. Gadis periang itu menunduk. Lesu. Keterangan kakaknya bagai petir di siang bolong. “Enggak mungkin ayah bohong. Ayah bisa menyulap,” sergah Chintia seakan tak percaya dengan penjelasan kakak semata wayangnya. “Ayah tidak berbohong kan?” kata Chintia sambil memegang lengan ayahnya.

 

Ayah diam. Matanya menatap deretan mobil yang ada di depannya. Lidahnya terasa kaku untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia tak tega melihat keceriaan gadis kecilnya berubah menjadi sebuah kemurungan. Otaknya berpikir keras untuk menemukan kata yang tepat, yang bisa menjelaskan namun tidak menyakitkan.

 

“Sayang, semua tukang sulap tidak bisa mengadakan yang tidak ada. Kalau mereka bisa menyulap duit, itu karena mereka sudah punya uangnya. Uang itu disimpan di tempat tersembunyi, lalu diambil dengan cepat saat penonton tidak melihatnya,” kata ibu panjang lebar.

 

“Jadi ayah juga seperti itu. Tidak bisa menyulap coklat kalau kita tidak punya coklat?” tanya Chintia. Ibu mengangguk pelan. “Pak Maman nanti berhenti di tempat peristirahatan. Ibu mau beli coklat dulu,” kata Ibu pada Pak Maman.

 

Saat istirahat, ibu membeli coklat kegemaran Chintia. Meski sudah menggenggam coklat, mata Chintia masih berkaca-kaca. Dia malu pada teman-teman sekolahnya yang menganggap ayah Chintia sebagai ahli sulap yang bisa memberikan apapun yang diinginkan.

Add a comment Februari 19, 2011

Halaman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Pos Berdasarkan Bulan

Posts by Category

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 720 pengikut lainnya.