Misteri Hantu rumah kosong

Suatu hari saat aku sedang mengerjakan tugas kelompok di rumah Ivy. “Mel, masa kemarin Via ketemu hantu !” ujar Ivy, yang seolah-olah menyampaikan Gosip yang paling hot. “Hahh! yang benar dimana Vy!” tanyaku tak percaya. “Di rumah kosong, komplek desa larangan!” jawabnya. “Bohong?! kamu tahukan! rumahku di Komplek Desa larangan terus sebelah rumahku ada rumah kosong!” Bentakku tak percaya. “Oh iya, padahal setahuku rumah kosong sebelah rumahmu ada penjaganya si mang wawan!” ujarnya juga. “Sekarang juga kita harus menemui Via!” usulku, “Pasti, ayo kita ke rumah Via!” ajak Ivy. saat sampai di rumah Via. “Assalamu’alaikum, Ada Vianny-nya” tanyaku sopan. “Ada, sebentar yaa!” ujar kakaknya, kak Viona. “Viaa!” teriak kak Viona dengan lembut. “Ya kak!” jawab Via. “Ini Ada temanmu!” kata ka Viona memberi tahu. “Eh, kalian ada apa?” Tanya Via. “Kita ngobrol di bawah pohon itu aja yuk!” ajak Ivy. “Yuk!” Seruku dan Via kompak. “Vi, Kata Ivy, kemarin kamu bertemu hantu di rumah kosong ?” tanyaku. “Iya, kamu tahu kan kalau aku lewat jalan pintas melewati rumahmu?” tanya Via. “Tentu, dan anehnya kan pulang sekolah kan jam 12? gimana kamu bisa bertemu hantu?” tanyaku Spontan. “Gini lho, aku itu baru mengadakan rapat untuk perlombaan sains dan setelah itu aku les di bimbingan Go Clever. dan aku pulang jam 6 sore!” jawabnya. “Haah? rumah yang mana?” tanyaku. “Rumah kosong sebelah rumahmu!” Jawab Via. “hah, gak mungkin salah lihat kali,!” tanyaku. “Enggak!” ujar Via meyakinkan. “buktinya, kemarin aku ke rumah kosong itu sama Melly, gak ada apa-apa!” congkel Ivy. “kalian enggak percaya sih?” tanya Via heran. “bukan kami tidak percaya ya, Vi” jawabku. “Oke! sekarang jalan keluarnya apa?” tanya Via. “Aku sama Ivy akan ke pak Kiai Sultan, menanyakan yang sebenarnya. nanti aku akan menyimpulkannya, kemudian kita akan menyimpulkannya lagi bersama-sama!” usulku. “Cerdas!” ujar Ivy mendukung. “Ya, sudah. aku berangkat ya Via” ujar Ivy. “oke slamat berjuang dadah!” jawab Via. aku berlari ke rumah pak kiai Sultan. “Assalamu’alaikum pak Kiai,” ujarku sambil mengetok pintu tiga kali. “Assalamu’alaikum, eh, nak Ivy, nak Melly. ada yang bisa saya bantu?” tanya pak Kiai dengan lembut. “Gini pak Kiai saya mau konsultasi sesuatu masalah boleh?” tanya Ivy balik. “Oh,boleh-boleh silahkan masuk” jawab pak Kiai. kami kemudian masuk. “Begini nih pak, kemarin sahabat kita berdua melihat seorang perempuan didepannya yang menghilang tepat di rumah kosong sebelah rumah saya!” ujarku memberitahu Pak Kiai Sultan. dia hanya tersenyum mendengar kataku. “Anak-anak di setiap tempat pastilah ada syaitan tapi, kita nggak boleh takut. diakan ciptaan Allah juga sayang,” ucap Pak kiai lembut. “temanmu salah lihat kali, penunggu rumah itukan sudah dimasukkan botol dan dibuang,” kata pak kiai. “haaaahhh??” tanyaku dan ivy kompak. “ya, sudah. kami pulang dulu ya pak kiai,” aku segera pergi meninggalkan rumah pak kiai tak lupa kami mengucap salam kepada pak kiai. Dijalan, aku dan Ivy masih memperdebat masalah ini. “Vy, Via salah lihat kali ya?” tanyaku pada Ivy. Ivy hanya menganglat dua bahunya. “Soalnya kemarin mang wawan sakit, mukanya sangat pucat, dia pakai sarung soalnya kedinginan. dan sarungnya itu putih polos gitu deh” ceritaku, aku tahu, Ivykan sangat cerdas pasti dia mengerti soal ini. “Ha?!” Ivy seolah-olah ngetahui apa penyebabnya, kayak di film-film aja ya, seolah-olah ada lampu yang sangat terang diatas kepalanya. “Mungkin pas magrib-magrib, mang wawan keluar dari rumah itu. karena mang wawan penampilannya lagi menakutkan, larideh si Via. mungkin itu dia .., berarti Viaaaa?” tanya Ivy. “SALAH SANGKA” ujar kami kompak. aku dan Ivy segera menuju rumah Via. “Assalamu’alaikum Vianny Zcaskia…” Panggilku di depan rumah Via. “Wa’alaikumsalam ada apa? kalian sudah menemukan penyebabnya?” tanya Via. Aku dan Via menganggukan kepala. “Wahh., apa tuh?” tanya Via. Aku, Ivy, dan Via si ‘Tripple C’ yah, itulah nama sahabat kami sejak kelas 1 sd. yaitu;  Cerdas, cantik, Ceria. melanjutkan nih, kami segera duduk di bawah pohon yang rindang, rasanya sangat sejuk . “Gini lho Via. kemarin mang wawan sakit, dan  mukanya pucet banget dan dia pakai sarung gara-gara kedinginan. sarungnya itu putih polos, dan mungkin yang kamu lihat adalah..” kataku. “MANG WAWAN YANG SEDANG SAKIT” ujarku dan Ivy kompak. dan selsai lah masalah kami hari ini kami sangat lelah jadi, kerja kelompok dilanjutkan esok hari.

Cerita ini hanya fiktif belaka. mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, ataupun lainnya.

About these ads

8 thoughts on “Misteri Hantu rumah kosong

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s